Pakaian Khas Bondowoso

  Bondowoso merupakan sebuah kabupaten kecil yang terletak di sebelah timur dari arah kota Surabaya, tepatnya berada pada deretan kota-kota pesisir timur jawa yang bernama daerah Tapal Kuda yang mayoritas penduduknya berasal dari etnis Madura. Tapal kuda terdiri dari beberapa daerah seperti Probolinggo, Besuki, Situbondo dan Bondowoso. Oleh karena itu, penduduk kabupaten Bondowoso terdiri dari etnis Jawa dan Madura atau nama kerennya JAWARA alias Jawa Madura. Perpaduan kultur inilah yang mengilhami terciptanya pakaian khas Kacong Jebbing dan pakaian khas pengantin Bondowoso "Ronggo Sukmo".

   Pakain khas Bondowoso ini merupakan perpaduan antara pakaian khas Madura dengan sentuhan Jawa. Hal ini dapat dilihat dari ikat kepala yang dipakai oleh si pria yang mirip seperti ikat kepala orang madura yang disebut "Odheng". Jika dilihat dari pakaian dalam berupa kaos bermotif garis menyamping warna hijau, mirip sekali dengan kaos bermotif garis merah yang biasa dipakai Pak Sakera dari Madura. Dipadukan dengan beskap (jas) yang menjadi ciri khas pakaian Jawa serta balutan kain batik khas Bondowoso yang menampilkan motif daun singkong yang mencerminkan daerah Bondowoso yang merupakan daerah penghasil singkong sebagai bahan dasar makanan khas Bondowoso "Tape".

   Begitu pula dengan pakaian yang dikenakan oleh si wanita, perpaduan kebaya khas Jawa yang tampak simpel namun tetap elegan dipadu dengan balutan kain batik bermotif singkong khas Bondowoso yang cantik. Pakaian ini juga terilhami dari kebudayaan Jawa dan Madura. Warna hijau dari kedua pakaian ini merupakan cerminan dari daerah Bondowoso yang asri akan tumbuhan hijaunya serta limpahan hasil buminya. 

Pakaian ini biasanya digunakan oleh para Duta Wisata Bondowoso "Kacong Jebbing" di berbagai even.


   "Ronggo Sukmo" merupakan pakaian pengantin khas Bondowoso yang baru diresmikan beberapa tahun belakangan ini. Pakaian ini juga diilhami dari kebudayaan Jawa dan Madura namun tidak meninggalkan ciri khas Kabupaten Bondowoso yakni batik tulis motif singkong.



Sumber Foto :
Koleksi Priadi
Buklet Dinas Pariwisata Kab. Bondowoso 2010

Read Users' Comments (2)

Keliling Kota Bondowoso dengan Bendi Wisata




  "Pada hari minggu ku turut ayah ke kota, naek delman istimewa ku duduk dimuka....". Yuuppz mungkin pengalaman yang diceritakan dalam lirik merupakan lagu anak-anak ini sulit  untuk anda temui di kota-kota besar. Tapi tidak di Bondowoso, jika Anda ingin berkeliling pusat kota Bondowoso dengan suasana yang berbeda, anda harus mencoba alternatif alat transportasi yang satu ini. Bendi wisata atau yang lebih dikenal dengan delman atau andong (Jawa) dan dokar (Bondowoso), ya...Tour Bendi ini akan memberikan pengalaman yang berbeda dalam menjelajahi keindahan pusat kota Bondowoso.


  Bendi atau delman adalah salah satu kendaraan tradisional di Bondowoso yang memiliki bentuk unik. Pengemudi Bendi disebut “Kusir” (kusir). Bendi memiliki dua roda kayu dan dirancang dengan gaya Jawa. Anda akan menemukan sederet bendi-bendi cantik yang berjajar tepat disisi jalan di Alun-alun Bondowoso (Bondowoso Town Square). Kapasitas dari tiap bendi adalah untuk 3 orang dengan tarif yag cukup murah, anda cukup membayar Rp. 5000 saja, maka sang kusir beserta kuda cantiknya akan mengantarkan anda berkeliling kota. 




Sumber Foto :
http://www.eastjava.com dan berbagai sumber

Read Users' Comments (0)

Wisata Religi - Makam Ki Ronggo


  Di Surabaya kita bisa menemukan sebuah tempat wisata religi yakni makan Sunan Ampel di daerah Ampel yang ramai dikunjungi wisatawan. Bondowoso pun memiliki sebuah lokasi wisata religi yang terletak tidak jauh dari pusat kota Bondowoso yang hanya berjarak +/- 2-3 km arah Utara Alun-alun Kota, tepatnya di kawasan Sekarputih  di tanah yang agak tinggi., Makam ki Ronggo. 

  Ki ronggo merupakan pendiri dari Kota Bondowoso yang wafat pada tanggal 11 Desember 1854 dan dikebumikan di atas bukit kecil di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel, yang kemudian menjadi Pemakaman keluarga Ki Ronggo Bondowoso.

   Akses ke pintu masuk kawasan makam ini melalui daerah Perumahan Sekarputih  Indah. Seperti Komplek makam Raja atau penguasa daerah pada umumnya, komplek makam ini juga dijaga oleh Juru kunci Makam. Konon di dekat anak tangga pertama menuju makam ada sumur tua yang diyakini bisa untuk teraphy penyembuhan berbagai macam penyakit.



Sumber : http://bondowosocity.wordpress.com/cerita-80-an/sejarah-bondowoso/

Read Users' Comments (0)

Gua Butho – Jireg Bondowoso

  Gua unik satu ini mungkin masih belum banyak diketahui oleh para wisatawan bahkan mungkin masih sedikit warga Bondowoso yang tau akan keberadaan gua ini, Gua Butho, Jireg Bondowoso ini terbilang unik karena menurut sumber dari sebuah situs yang saya dapat, gua kecil ini kental akan nuansa Hindu-Budha yang tampak dari bentuk ukirannya,  selain itu, sedikit bagian dari gua ini diselumuti oleh akar pohon yang terlihat eksotik nan cantik.

  Gua Butho ini berada di Kabupaten Bondowoso tepatnya di Desa Jireg Kecamatan Cerme. Lokasi tepat berada di sisi tebing di Desa Jireg dengan panorama tebing curam. Perjalanan akan lebih mudah dan cepat bila memakai kendaraan roda dua namun dengan roda empat juga bisa, kondisi jalan  sebagian ada yang rusak. Jalan yang  akan dilalui cenderung naik turun tajam karena badan jalan persis melalui Punggung Bukit.

Sumber : http://bondowosocity.wordpress.com/cerita-80-an/guwa-butho-jireg-bondowoso/ 

Read Users' Comments (0)

Peninggalan Sejarah Dari Jaman Purbakala

  Selain keindahan serta potensi objek wisata, Bondowoso juga menyimpan sejumlah situs purbakala yang bersejarah. Benda purbakala atau situs Megalitikum yang berada di hampir semua kecamatan ini merupakan benda peninggalan jaman purba kurang lebih 1000 tahun lalu.

  Salah satu benda tersebut adalah Sarkofagus. Sarkofagus merupakan bagian dari Situs Megalitik. Ia juga dikenal sebagai "Keranda" yang terbuat dari batu atau jenis wadah lainnya, tetapi memiliki tutup atau penutup juga. Tetap dari periode megalitik ditemukan di pusat kota, di lereng Bukit Besar. Ada batu sarkofagus, patung batu dan kursi batu.

  Fungsinya adalah sama dengan kuburan batu / dolmen. Hal ini muncul di beberapa desa, misalnya, satu ditemukan di desa Glinseran, Wringin kabupaten, sekitar 19 km sebelah barat kota Bondowoso. Jarak antara Bondowoso Wringin adalah sekitar 17 km dan dapat dicapai dengan transportasi umum.

  Ada beberapa benda bersejarah lagi yang tersebar di beberapa tempat misalnya situs Glingseran , Situs Megalith “Menhir”(Desa Wringin, Kecamatan Pakem), situs Pekauman (Kecamatan Grujugan) dan situs Dawuhan Suco Lor (Kecamatan Maesan) 







Sumber Foto : http://bondowosocity.wordpress.com/cerita-80-an/guwa-butho-jireg-bondowoso/

Read Users' Comments (1)komentar

Wajah Bondowoso Doeloe & Sekarang

Kita lihat yuk Bondowoso Tempoe Doeloe sama Sekarang...ada bedanya ngk yaa.....
Alun-ALun Bondowoso Doeloe





Alun-alun Bondowoso Sekarang




 
Stasiun Bondowoso Doeloe

Stasiun Bondowoso Sekarang



Read Users' Comments (0)

Arti Logo Bondowoso

Ada juga tentang arti logo dari kota ini:


1. Sesanti Daerah Kabupaten Bondowoso yang berbunyi ” SWASTI BHUWANA KRTA “
a. Swasti artinya :
Selamat, Bahagia lahir dan batin
Merdeka
Menyatu diri dengan Tuhan untuk mendapatkan kebahagian lahir dan batin/keselamatan dunia akhirat
b. Bhuwana Krta artinya Kemakmuran dunia / kesempurnaan dunia
c. Swasti Bhuwana krta artinya barang siapa di dunia melakukan amal perbuatan yang baik dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa akan mendapatkan kesempurnaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat 

3. Lambang Daerah terbagi atas :
a. Perisai, melambangkan kesatuan pertahanan dari rakyat daerah , warna kuning emas melambangkan keluhuran budi
b. Pohon beringin , melambangkan suatu pemeritahan yang senantiasa berusaha meberikan pengayoman kepada rakyat.
c. Atas Kepala Kereta Api (lokomotif ) mengepul dalam bentuk garis-garis hitam yang mewujudkan dua sapi beradu muka menunjukkan kebudayaan khusus serta kegemaran rakyat Bondowoso akan aduan sapi .
d. Kepala kerbau putih berbentuk dangkal melambangkan kerbau yang menunjukkan letak kota sewaktu pembabatan kota Bondowoso.
e. Kepala Kereta api ( Lokomotif ) melambangkan keberanian perjuangan rakyat Bondowoso, warna hitan yang tak pernah luntur melambangkan kekuatan serta ketetapan hati
f. Cemeti , Parang, Tasbih merupakan pegangan Kironggo yang kewibawaannya dicerdaskan atas ketekunan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
g. Jagung, seni karya , padi, daun tembakau, menunjukaknan hasil utama Kabupaten Bondowoso
h. Tulang daun tembakau membagi daun tembakau sebelah luar menjadi lima bagian , melambangkan dasar Negara Pancasila. Tulang daun tembakau membagi daun tembakau sebelah dalam menjadi empat bagian dan sebelah luar menjadi lima bagian melambangkan Undang-undang Dasar 1945.
i. Gunung dan Air menunjukkan letak geografis daerah yang dikelilingi oleh gunung-gunung dengan pengairan cukup , warna biru melambangkan harapan atas kesuburan daerah.

Sumber : http://www.depdagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/35/name/jawa-timur/detail/3511/bondowoso

Read Users' Comments (0)