Himne Bondowoso

Waktu aku masih bersekolah di kota Bondowoso, http://www.emocutez.comaku adalah salah satu dari pasukan paduan suara sekolah...dari Pas SD dulu...sampai SMA..aku juga bingung..kenapa aku bisa ikutan paduan suara padahal suaraku biasa aja http://www.emocutez.com(ehheeem..eheem..merendah ceritanya)...
Semua lagu baik itu lagu nasional ataupun lagu biasa...semuanya pernah kami nyanyikan..tapi ada satu lagu yang bikin aku merinding dan bangga hingga ingin meneteskan air mata http://www.emocutez.comketika menyanyikannya. (lebay..hihihhiih)..ini dia lagu tentang Bondowoso...seperti ini kira-kira liriknya

Bondowoso indah permai
Dilingkungi gunung-gunung meninggi
Hawa sejuk dingin menyegarkan
Banyak pemandangan asri
Sejak dulu kala
Menjadi pusat pemerintahan
Ki Ronggo sebagai pendirinya
Pulau Madura asalnya
Dalam derap pembangunan
Bondowoso maju
Di segala bidang
Pesat jaya
Megahlah pemerintahan kita
Swasti bhuwana krta


http://www.emocutez.com http://www.emocutez.com

Read Users' Comments (1)komentar

  Berawal dari seorang anak yang bernama Raden Bagus Assra, ia adalah anak Demang Walikromo pada masa pemerintahan Panembahan di bawah Adikoro IV, menantu Tjakraningkat Bangkalan, sedangkan Demang Walikoromo tak lain adalah putra Adikoro IV.

  Tahun 1743 terjadilah pemberontakan Ke Lesap terhadap Pangeran Tjakraningrat karena dia diakui sebagai anak selir. pertempuran yang terjadi di desa Bulangan itu menewaskan Adikoro IV, Tahun 1750 pemberontakan dapat dipadamkan dengan tewasnya Ke Lesap. Terjadi pemulihan kekuasaan dengan diangkatnya anak Adikoro IV, yaitu RTA Tjokroningrat. Tak berapa lama terjadi perebutan kekuasaan dan pemerintahan dialihkan pada Tjokroningrat I anak Adikoro III yang bergelar Tumenggung Sepuh dengan R. Bilat sebagi patihnya. Khawatir dengan keselamatan Raden Bagus Assra, Nyi Sedabulangan membawa lari cucunya mengikuti eksodus besar-besaran eks pengikut Adikoro IV ke Besuki. Assra kecil ditemukan oleh Ki Patih Alus, Patih Wiropuro untuk kemudian di tampung serta dididik ilmu bela diri dan ilmu agama.

  Usia 17 tahun beliau diangkat sebagai Mentri Anom dengan nama Abhiseka Mas Astruno dan tahun 1789 ditugaskan memperluas wilayah kekuasaan Besuki ke arah selatan, sebelumnya beliau telah menikah dengan putri Bupati Probolinggo. Tahun 1794 dalam usaha memperluas wilayah beliau menemukan suatu wilayah yang sangat strategis untuk kemudian disebut Bondowoso dengan diangkatnya beliau sebagi Demang di daerah yang baru dengan nama Abhiseka Mas Ngabehi Astrotruno. Demikianlah dari hari ke hari Raden Bagus Assra berhasil mengembangkan Wilayah Kota Bondowoso dan tepat pada tanggal 17 Agustus 1819 atau hari selasa kliwon, 25 Syawal 1234 H. Adipati Besuki R. Aryo Prawirodiningrat sebagai orang kuat yang memperoleh kepercayaan Gubernur Hindia Belanda, dalam rangka memantapkan strategi politiknya menjadikan wilayah Bondowoso lepas dari Besuki, dengan status Keranggan Bondowoso dan mengangkat R. Bagus Assra atau Mas Ngabehi Astrotruno menjadi penguasa wilayah dan pimpinan agama, dengan gelar M. NG. Kertonegoro dan berpredikat Ronggo I, ditandai penyerahan Tombak Tunggul Wulung.

 


  Masa Beliau memerintah adalah tahun 1819 – 1830 yang meliputi wilayah Bondowoso dan Jember. Pada tahun 1854, tepatnya tanggal 11 Desember 1854 Kironggo wafat di Bondowoso dan dikebumikan di atas bukit kecil di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel, yang kemudian menjadi Pemakaman keluarga Ki Ronggo Bondowoso.

 

Read Users' Comments (0)

Air Terjun Pulo Agung

  Satu dari tiga objek wisata air terjun yang berada di kabupaten Bondowoso ini memiliki pemandangan alam yang tidak kalah menakjubkan. Air terjun ini terletak di Desa Sukorejo Kecamatan Sumberwringi lebih kurang sebelah timur Kota Bondowoso. Air terjun ini terletak di areal perkebunan milik masyarakat,. Air Terjun Pulo Agung ini merupakan obyek wisata yang baru dibuat dan dibangun pada tahun 2003 dan dikelolah oleh Kantor Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Bondowoso.

  
  Ketinggian dari air terjun ini lebih kurang 30 M, karena objek wisata ini masih baru maka lingkungan sekitar masih sangat terjaga keasriannya. Selain pemandangannya yang indah, pada objek wisata alam ini  juga terdapat lembah hijau yang tidak terlalu luas yang turut mempercantik pemandangan sekitar. Air terjun ini dilengkapi pula oleh 3 buah shelter yang ditempatkan disekeliling lokasi. Para wisatawan dapat mengunjungi tempat ini dengan menggunakan sarana transportasi umum, tetapi untuk mencapai lokasi air terjun harus berjalan kaki.





Sumber Foto :
http://www.eastjava.com/tourism/bondowoso/
http://beeteam02.multiply.com/photos

Read Users' Comments (1)komentar

Info Akomodasi

Carter Mobil

Rental Mobil dan Sewa Bis Pariwisata di Bondowoso
Suzuki APV - Arena : Rp 500.000,-
Daihatsu Xenia / Toyota Avanza : Rp 500.000,-
Toyota Innova : Rp 650.000,-
KIA PREGIO :Rp 800.000,- (minibus)
Isuzu ELF : Rp 900.000,- (minibus)

Pemakaian 12 jam / hari. Kelebihan pemakaian, rute luar kota, pemakaian beberapa hari dll: harga nego.
Fasilitas termasuk: Mobil AC, Pengemudi, BBM
Tidak termasuk: parkir, tol, makan pengemudi, penginapan
Harga bisa berubah sewaktu-waktu (berlaku tuslah di musim libur / hari raya)
Hubungi: 081.333.284.361


Tarif Bis Pariwisata

Bis Mikro (25 seat) : Rp 1.600.000,-
Bis Makro (40-59 seat): Rp 2.250.000,-
Pemakaian 12 jam / hari. Kelebihan pemakaian, rute luar kota, pemakaian beberapa hari dll: harga nego.
Fasilitas termasuk: Mobil AC, Pengemudi, BBM
Tidak termasuk: parkir, tol, makan pengemudi, penginapan

Read Users' Comments (0)

Air Terjun Tancak Kembar, Mahakarya Terindah

  Tidak hanya air terjun Blawan saja yang ada di kabupaten Bondowoso, satu lagi air terjun yang tidak kalah indahnya ialah Air terjun Tancak Kembar. Objek wisata alam yang satu ini terletak  di 24 km dari Bondowoso ke arah barat di desa Andungsari, kecamatan Pakem. Air terjun Tancak kembar ini memiliki keindahan yang luar biasa, disini anda kan mendapatkan atmosfir ketenangan yang berasal dari sejuknya udara sekitar serta gemericik air yang ditimbulkan dari dua buah air terjun kembar yang berdiri kokoh berdampingan ditengah rimbunnya pepohonan. Ketinggian dari Air Terjun ini mencapai  kurang lebih 77 meter. 

  Di balik keindahannya, terselip sebuah cerita yang berbau mistis, air terjun Tancak Kembar ini tidak hanya  berfungsi sebagai objek wisata dan irigasi bagi pertanian. Tetapi legenda setempat juga berpendapat bahwa sisi kiri air terjun dijaga oleh lelaki dan bagian kanan adalah para wanita. Hal ini diyakini bahwa jika pengunjung cuci mukanya di air terjun, kulit mereka akan tetap selalu muda dan konon limpah air terjun ini dapat menyembuhkan penyakit mata.. 

  Air terjun Tancak Kembar ini juga didukung oleh pusat penelitian kopi Arabika di sekitar tempat ini dengan luas 180 hektar. Daerah ini dikelola oleh Departemen Pertanian.Untuk mencapai air terjun Tancak Kembar Wringin, Bondowoso ini memang agak sulit, karena jalan berkelok dan menanjak menjadi sedikit penghalang bagi perjalanan para wisatawan.  



Sumber Foto : 
http://www.jawaindah.com
http://kabarbondowoso.blogspot.com
http://eastjava.com/blog/2009/06/15/tancak-kembar-waterfall- bondowoso/

Read Users' Comments (0)

Kerajinan Kuningan Desa Cindogo Bondowoso Rambah Pasar Iternasional

  Produk kerajinan Bondowoso tersebar di berbagai wilayah, salah satunya terdapat di desa Cindogo, kecamatan Tapen yang memiliki potensi di sektor industri pengolahan industri kecil  yakni industri kerajinan kuningan. Bondowoso sejak lama dikenal sebagai pusat kerajinan kuningan. Kualitas hasil olahannya ternyata tidak kalah dengan produksi kuningan dari Juwana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
 
 Kerajinan kuningan di Bondowoso banyak dijumpai di daerah yang berlokasi kurang lebih 15 km kearah utara dari pusat kota. Perajin kuningan hanya dapat ditemukan di desaini karena struktur tanahnya yang cocok sebagai bahan pembuat cetakan kuningan.
 
  Keistimewaan dari produk kuningan khas Bondowoso ini terletak pada kualitas kuningannya yang tanpak mengkilat seperti emas yang lebih awet, tanpa pengolahan tambahan, warna kuningnya dapat bertahan lebih lama. Kerajinan ini telah terkenal tidak hanya di Indonesia bahkan tidak jarang wisatawan manca negara datang ke desa Cindogo ini untuk membeli  hasil produksi kuningan ini sebagai koleksi atau sekedar buah tangan. 
 
  Produk hasil kerajinan kuningan ini bermacam-macam, seperti peralatan rumah tangga, souvenir, hiasan interior rumah, tempat bunga, guci, tempat menyirih, relief lukisan hingga miniatur berbentuk binatang. Harga yang ditawarkan untuk setiap produk bervariasi, dimulai dari harga yang paling murah Rp. 40.000,- bahkan hingga yang paling mahal mencapai Rp. 12.000.000,- . Anda berminat?? 
 









 
Jika anda beminat dapat menghubungi :
Email: leo.vanny@yahoo.co.id
HP: 085258990666 - 087 857 775 010
 
Sumber Foto: 
http://www.ligagame.com
http://industrikuninganbondowosojatim.blogspot.com  

Read Users' Comments (6)

Batik Sumber Sari Bondowoso On Mass Media

Batik Tulis Sumber Sari Sasar Kalangan Atas 
By Republika Newsroom
Senin, 29 Desember 2008 pukul 08:30:00
BONDOWOSO – Kerajinan batik tulis Sumber Sari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tidak diproduksi secara massal, bahkan sasaran pembelinya pun dari kalangan menengah ke atas.
“Sasaran pembeli produk kami kalangan menengah ke atas. Harganya pun bervariasi, yakni mulai Rp250 ribu sampai Rp4 juta, tergantung jenis kain dan tingkat kesulitan desain,” kata Ifriko Desriandi, seorang desainer batik tulis Sumber Sari ketika ditemui di Bondowoso, Minggu (28/12).
Kain yang digunakan untuk membatik, lanjut alumni arsitektur Unmer Malang ini, adalah kain katun dan sutera jenis asli tenun bukan mesin (ATBM). Kain sutera ini dibeli dari Garut, Jepara, Ciamis, Serkang Sulawesi, dan Bali.
Dia mengatakan, desain batik buatan tangan dengan menggunakan pewarna alami ini hanya diperuntukan satu produk. “Kami ingin pembeli batik tulis Sumber Sari tidak takut desainnya dipakai orang lain,” katanya.
Menurut dia, sejumlah pemerintah kabupaten (pemkab) di Jatim meminta dibuatkan batik untuk pakaian khas. Misalnya, Bondowoso, menggunakan motif tanaman singkong.
Pemkab lainnya, Jember dengan batik motif tembakau, Lumajang memilih motif pisang, Situbondo memesan batik bermotif tanaman bakau, ikan, dan kerang, sedangkan Probolinggo bermotif mangga, Gunung Bromo, dan anggur.
Namun sayangkan, kata dia, batik tulis yang mulai ada sejak 1984 ini kurang mendapat perhatian dari pemkab setempat.
Bahkan, kata Ifriko, saat pameran besar menggunakan nama batik tulis Sumber Sari Jember. Pasalnya Pemkab Jember banyak memberikan bantuan.
Untuk sementara ini, pemasaran batik tulis Sumber Sari hanya memenuhi konsumen lokal, belum diekspor.
“Ya, karena tidak bisa menghasilkan produk yang banyak dalam waktu singkat,” katanya ketika ditemui di lokasi pembuatan batik tulis Sumber Sari di selatan kota Bondowoso, jaraknya sekitar 15 kilometer dari pusat kota tape. (ant/ri)


Sumber : http://sumbersaribatik.wordpress.com/
 

Read Users' Comments (3)