Keliling Kota Bondowoso dengan Bendi Wisata
21.37 | Posted by My Journey
Wisata Religi - Makam Ki Ronggo
21.15 | Posted by My Journey

Gua Butho – Jireg Bondowoso
21.07 | Posted by My Journey
Peninggalan Sejarah Dari Jaman Purbakala
20.58 | Posted by My Journey
Fungsinya adalah sama dengan kuburan batu / dolmen. Hal ini muncul di beberapa desa, misalnya, satu ditemukan di desa Glinseran, Wringin kabupaten, sekitar 19 km sebelah barat kota Bondowoso. Jarak antara Bondowoso Wringin adalah sekitar 17 km dan dapat dicapai dengan transportasi umum.
Sumber Foto : http://bondowosocity.wordpress.com/cerita-80-an/guwa-butho-jireg-bondowoso/
Wajah Bondowoso Doeloe & Sekarang
20.43 | Posted by My Journey
Arti Logo Bondowoso
20.25 | Posted by My Journey
Himne Bondowoso
20.19 | Posted by My Journey
Semua lagu baik itu lagu nasional ataupun lagu biasa...semuanya pernah kami nyanyikan..tapi ada satu lagu yang bikin aku merinding dan bangga hingga ingin meneteskan air mata
20.06 | Posted by My Journey
Berawal dari seorang anak yang bernama Raden Bagus Assra, ia adalah anak Demang Walikromo pada masa pemerintahan Panembahan di bawah Adikoro IV, menantu Tjakraningkat Bangkalan, sedangkan Demang Walikoromo tak lain adalah putra Adikoro IV.
Tahun 1743 terjadilah pemberontakan Ke Lesap terhadap Pangeran Tjakraningrat karena dia diakui sebagai anak selir. pertempuran yang terjadi di desa Bulangan itu menewaskan Adikoro IV, Tahun 1750 pemberontakan dapat dipadamkan dengan tewasnya Ke Lesap. Terjadi pemulihan kekuasaan dengan diangkatnya anak Adikoro IV, yaitu RTA Tjokroningrat. Tak berapa lama terjadi perebutan kekuasaan dan pemerintahan dialihkan pada Tjokroningrat I anak Adikoro III yang bergelar Tumenggung Sepuh dengan R. Bilat sebagi patihnya. Khawatir dengan keselamatan Raden Bagus Assra, Nyi Sedabulangan membawa lari cucunya mengikuti eksodus besar-besaran eks pengikut Adikoro IV ke Besuki. Assra kecil ditemukan oleh Ki Patih Alus, Patih Wiropuro untuk kemudian di tampung serta dididik ilmu bela diri dan ilmu agama.
Usia 17 tahun beliau diangkat sebagai Mentri Anom dengan nama Abhiseka Mas Astruno dan tahun 1789 ditugaskan memperluas wilayah kekuasaan Besuki ke arah selatan, sebelumnya beliau telah menikah dengan putri Bupati Probolinggo. Tahun 1794 dalam usaha memperluas wilayah beliau menemukan suatu wilayah yang sangat strategis untuk kemudian disebut Bondowoso dengan diangkatnya beliau sebagi Demang di daerah yang baru dengan nama Abhiseka Mas Ngabehi Astrotruno. Demikianlah dari hari ke hari Raden Bagus Assra berhasil mengembangkan Wilayah Kota Bondowoso dan tepat pada tanggal 17 Agustus 1819 atau hari selasa kliwon, 25 Syawal 1234 H. Adipati Besuki R. Aryo Prawirodiningrat sebagai orang kuat yang memperoleh kepercayaan Gubernur Hindia Belanda, dalam rangka memantapkan strategi politiknya menjadikan wilayah Bondowoso lepas dari Besuki, dengan status Keranggan Bondowoso dan mengangkat R. Bagus Assra atau Mas Ngabehi Astrotruno menjadi penguasa wilayah dan pimpinan agama, dengan gelar M. NG. Kertonegoro dan berpredikat Ronggo I, ditandai penyerahan Tombak Tunggul Wulung.
Masa Beliau memerintah adalah tahun 1819 – 1830 yang meliputi wilayah Bondowoso dan Jember. Pada tahun 1854, tepatnya tanggal 11 Desember 1854 Kironggo wafat di Bondowoso dan dikebumikan di atas bukit kecil di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel, yang kemudian menjadi Pemakaman keluarga Ki Ronggo Bondowoso.
Air Terjun Pulo Agung
19.55 | Posted by My Journey
http://beeteam02.multiply.com/photos
Info Akomodasi
19.40 | Posted by My Journey
Carter Mobil
Rental Mobil dan Sewa Bis Pariwisata di BondowosoSuzuki APV - Arena : Rp 500.000,-
Daihatsu Xenia / Toyota Avanza : Rp 500.000,-
Toyota Innova : Rp 650.000,-
KIA PREGIO :Rp 800.000,- (minibus)
Isuzu ELF : Rp 900.000,- (minibus)
Pemakaian 12 jam / hari. Kelebihan pemakaian, rute luar kota, pemakaian beberapa hari dll: harga nego.
Fasilitas termasuk: Mobil AC, Pengemudi, BBM
Tidak termasuk: parkir, tol, makan pengemudi, penginapan
Harga bisa berubah sewaktu-waktu (berlaku tuslah di musim libur / hari raya)
Hubungi: 081.333.284.361
Tarif Bis Pariwisata
Bis Mikro (25 seat) : Rp 1.600.000,-
Bis Makro (40-59 seat): Rp 2.250.000,-
Pemakaian 12 jam / hari. Kelebihan pemakaian, rute luar kota, pemakaian beberapa hari dll: harga nego.
Fasilitas termasuk: Mobil AC, Pengemudi, BBM
Tidak termasuk: parkir, tol, makan pengemudi, penginapan
Air Terjun Tancak Kembar, Mahakarya Terindah
19.36 | Posted by My Journey
Kerajinan Kuningan Desa Cindogo Bondowoso Rambah Pasar Iternasional
18.51 | Posted by My Journey
Produk kerajinan Bondowoso tersebar di berbagai wilayah, salah satunya terdapat di desa Cindogo, kecamatan Tapen yang memiliki potensi di sektor industri pengolahan industri kecil yakni industri kerajinan kuningan. Bondowoso sejak lama dikenal sebagai pusat kerajinan kuningan. Kualitas hasil olahannya ternyata tidak kalah dengan produksi kuningan dari Juwana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kerajinan kuningan di Bondowoso banyak dijumpai di daerah yang berlokasi kurang lebih 15 km kearah utara dari pusat kota. Perajin kuningan hanya dapat ditemukan di desaini karena struktur tanahnya yang cocok sebagai bahan pembuat cetakan kuningan.
Keistimewaan dari produk kuningan khas Bondowoso ini terletak pada kualitas kuningannya yang tanpak mengkilat seperti emas yang lebih awet, tanpa pengolahan tambahan, warna kuningnya dapat bertahan lebih lama. Kerajinan ini telah terkenal tidak hanya di Indonesia bahkan tidak jarang wisatawan manca negara datang ke desa Cindogo ini untuk membeli hasil produksi kuningan ini sebagai koleksi atau sekedar buah tangan.
Produk hasil kerajinan kuningan ini bermacam-macam, seperti peralatan rumah tangga, souvenir, hiasan interior rumah, tempat bunga, guci, tempat menyirih, relief lukisan hingga miniatur berbentuk binatang. Harga yang ditawarkan untuk setiap produk bervariasi, dimulai dari harga yang paling murah Rp. 40.000,- bahkan hingga yang paling mahal mencapai Rp. 12.000.000,- . Anda berminat??
Jika anda beminat dapat menghubungi :
Email:
leo.vanny@yahoo.co.id
HP:
085258990666 - 087 857 775 010
Sumber Foto:
http://www.ligagame.com
http://industrikuninganbondowosojatim.blogspot.com
Batik Sumber Sari Bondowoso On Mass Media
18.09 | Posted by My Journey
Batik Tulis Sumber Sari Sasar Kalangan Atas
By Republika Newsroom
Senin, 29 Desember 2008 pukul 08:30:00
BONDOWOSO – Kerajinan batik tulis Sumber Sari,
Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tidak diproduksi
secara massal, bahkan sasaran pembelinya pun dari kalangan menengah
ke atas.
“Sasaran pembeli produk kami kalangan menengah ke atas. Harganya pun bervariasi, yakni mulai Rp250 ribu sampai Rp4 juta, tergantung jenis kain dan tingkat kesulitan desain,” kata Ifriko Desriandi, seorang desainer batik tulis Sumber Sari ketika ditemui di Bondowoso, Minggu (28/12).
Kain yang digunakan untuk membatik, lanjut alumni arsitektur Unmer Malang ini, adalah kain katun dan sutera jenis asli tenun bukan mesin (ATBM). Kain sutera ini dibeli dari Garut, Jepara, Ciamis, Serkang Sulawesi, dan Bali.
Dia mengatakan, desain batik buatan tangan dengan menggunakan pewarna alami ini hanya diperuntukan satu produk. “Kami ingin pembeli batik tulis Sumber Sari tidak takut desainnya dipakai orang lain,” katanya.
Menurut dia, sejumlah pemerintah kabupaten (pemkab) di Jatim meminta dibuatkan batik untuk pakaian khas. Misalnya, Bondowoso, menggunakan motif tanaman singkong.
Pemkab lainnya, Jember dengan batik motif
tembakau, Lumajang memilih motif pisang, Situbondo memesan batik
bermotif tanaman bakau, ikan, dan kerang, sedangkan Probolinggo
bermotif mangga, Gunung Bromo, dan anggur.
Namun sayangkan, kata dia, batik tulis yang mulai
ada sejak 1984 ini kurang mendapat perhatian dari pemkab setempat.
Bahkan, kata Ifriko, saat pameran besar menggunakan nama batik tulis Sumber Sari Jember. Pasalnya Pemkab Jember banyak memberikan bantuan.
Untuk sementara ini, pemasaran batik tulis Sumber Sari hanya memenuhi konsumen lokal, belum diekspor.
“Ya, karena tidak bisa menghasilkan produk yang banyak dalam waktu singkat,” katanya ketika ditemui di lokasi pembuatan batik tulis Sumber Sari di selatan kota Bondowoso, jaraknya sekitar 15 kilometer dari pusat kota tape. (ant/ri)
Sumber : http://sumbersaribatik.wordpress.com/
Batik Tulis Sumber Sari Khas Bondowoso
17.39 | Posted by My Journey
Selain batik-batik terkenal diatas, ada pula kerajinan batik lokal yang mungkin saat ini masih belum begitu mendapat perhatian terutama dari pemerintah yaitu batik khas kabupaten Bondowoso. Batik Khas Bondowoso mengusung konsep Kontemporer, Modern dan tradisional. Ciri khas motif yang dibuat yaitu Motif Singkong dan Motif Tembakau, mengacu kepada daerah asal pembuatan yaitu perbatasan Jember dan Bondowoso yang merupakan daerah penghasil singkong yang merupakan bahan dasar pembuatan makanan khas Bondowoso “Tape” dan tanaman tembakau. Batik Khas Bondowoso dengan motif singkong ini juga merupakan pakaian khas Kacong Jebbing Bondowoso yang merupakan duta wisata kabupaten Bondowoso.
- Email: sumbersaribatik@yahoo.com
- Website: http://sumbersaribatik.wordpress.com/
- Office: Jl. Sukowono I no 7 - 9 Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso
Sejarah Tragegi Gerbong Maut
18.19 | Posted by My Journey
Sumber : http://bondowosocity.wordpress.com/
Foto : Berbagai Sumber